Tangerangjasa News– Tabir gelap menyelimuti dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan setelah terungkapnya skandal pelecehan seksual massal di SD Negeri Rawabuntu 01, Serpong. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 25 siswa dilaporkan menjadi korban keganasan oknum tenaga pengajar yang kini telah mendekam di balik jeruji besi.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, turun langsung memimpin inspeksi mendadak ke lokasi kejadian pada Rabu (21/1/2026). Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah kota tidak memberikan ruang sedikit pun bagi predator seksual yang bersembunyi di balik seragam pendidik.
Fakta mengejutkan terungkap dalam penelusuran awal; terduga pelaku disinyalir pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2011. Hal ini memicu reaksi keras dari Pemkot Tangsel yang langsung menginstruksikan screening dan assessment menyeluruh terhadap latar belakang seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan.
“Kasus ini sangat berbahaya. Dampaknya bukan hanya trauma sesaat, tapi perusakan mental dan moral masa depan anak-anak kita. Kami mengecam keras dan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun,” tegas Pilar Saga Ichsan dengan nada bicara yang dalam.
Menanggapi celah pengawasan yang dimanfaatkan pelaku, Pemkot Tangsel mengumumkan kebijakan radikal:
- Transparansi Ruang: Pelarangan kegiatan ekstrakurikuler di ruang tertutup tanpa pengawasan terbuka.
- Digital Monitoring: Target pemasangan dan aktivasi 100% CCTV di seluruh ruang kelas, lorong, hingga ruang guru pada tahun 2026.
- Sanksi Pemecatan: Pilar menegaskan akan segera memecat oknum tersebut secara tidak hormat begitu status hukum ditetapkan secara resmi.
Saat ini, 25 siswa korban tengah menjalani proses pemulihan psikologis intensif yang didampingi oleh DP3AP2KB dan orang tua mereka.
“Anak-anak adalah prioritas. Mereka sedang diistirahatkan untuk melalui proses penyembuhan jiwa,” tambah Pilar.(Nita Koesherawati)













